Niat Hati Kirim Uang Kuliah Untuk Anak, Seorang Guru di Palembang Tewas Kecelakaan
September 18, 2019
Edit
Loading...
Loading...
Nasib nahas menimpa seorang guru bernama Bambang Pudi Astomo (59). Menurut kabar, ia merupakan salah satu guru terbaik yang mengajar di SMP Negeri 35 Palembang.
Guru mata kuliah Fisika itu, baru saja mengalami insiden kecelakaan maut di jalan Lintas Palembang-Indralaya. Saat itu ia diketahui tengah mengantarkan uang saku untuk anaknya yang baru masuk kuliah.
Keterangan pihak kepolisian
Guru mata kuliah Fisika itu, baru saja mengalami insiden kecelakaan maut di jalan Lintas Palembang-Indralaya. Saat itu ia diketahui tengah mengantarkan uang saku untuk anaknya yang baru masuk kuliah.
Keterangan pihak kepolisian
Selasa (3/9/2019), kecelakaan maut yang menimpa Bambang terjadi kira-kira sekitar pukul 16.00 WIB. Tepatnya kejadian berada di depan Gerbang tol KTM Rambutan Palembang-Indralaya (Palindra).
Kasat Lantas Polres Ogan Ilir AKP Desi Aryani melalui Kanit Laka Ipda Iwan membeberkan kronologisnya. Motor Supra Fit yang dikendarai Bambang sepertinya terlibat kecelakaan dengan sebuah truk bernopol BG 8220 XA. Truk tersebut dikemudikan oleh Rahmat (40) yang melarikan diri saat kecelakaan tersebut terjadi.
"Kronologi lengkapnya masih kita lakukan pengembangan. Untuk saat ini, info itu dulu yang bisa kita berikan," jelasnya.
Kasat Lantas Polres Ogan Ilir AKP Desi Aryani melalui Kanit Laka Ipda Iwan membeberkan kronologisnya. Motor Supra Fit yang dikendarai Bambang sepertinya terlibat kecelakaan dengan sebuah truk bernopol BG 8220 XA. Truk tersebut dikemudikan oleh Rahmat (40) yang melarikan diri saat kecelakaan tersebut terjadi.
"Kronologi lengkapnya masih kita lakukan pengembangan. Untuk saat ini, info itu dulu yang bisa kita berikan," jelasnya.
Bambang tewas seketika
Usai kejadian tersebut, Bambang dikonfirmasi langsung tewas seketika dan kaki sebelah kirinya putus. Ia juga mengalami luka robek di bagian kepala dan pergelangan kaki kanan. Jasad korban saat ini telah dibawa ke rumah duka, di Jalan Banten, Plaju, Palembang.
Sosok Bambang sebagai seorang ayah
Bambang Pudi Astomo selama ini dikenal sebagai sosok ayah yang sangat mencintai dan menyayangi anaknya. Peristiwa yang merenggut nyawa itu juga meninggalkan duka di hati anak-anaknya.
Dari penuturan tetangganya, Bustomi yang ikut mengantar istri Bambang untuk melihat jasad suaminya, diketahui bahwa saat itu Bambang berniat ingin mengantarkan uang saku untuk anaknya.
"Dia mau ngantar uang saku untuk anaknya yang baru masuk di Unsri, namanya Hilal. Dia pergi sekitar pukul 09.00 pagi," ujar Bustomi dikutip dari Tribun.
Dari penuturan tetangganya, Bustomi yang ikut mengantar istri Bambang untuk melihat jasad suaminya, diketahui bahwa saat itu Bambang berniat ingin mengantarkan uang saku untuk anaknya.
"Dia mau ngantar uang saku untuk anaknya yang baru masuk di Unsri, namanya Hilal. Dia pergi sekitar pukul 09.00 pagi," ujar Bustomi dikutip dari Tribun.
Bambang dikenal sebagai pria lembut
Diduga kuat, Bambang saat itu tengah dalam perjalanan pulang dari asrama tempat anak keduanya tinggal sementara. Namun nahas, saat sampai di depan gerbang, ia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Dari cerita tetangga, sosok Bambang selama ini dikenal sebagai pria yang lembut dan ramah kepada semua orang. Ia juga sering terlihat sering mengantar dan menjemput anaknya sejak sang anak masih duduk di bangku SD.
"Seingat saya, Pak Bambang ini sejak anaknya SD sudah biasa antar jemput," ujar tetanggannya.
Dari cerita tetangga, sosok Bambang selama ini dikenal sebagai pria yang lembut dan ramah kepada semua orang. Ia juga sering terlihat sering mengantar dan menjemput anaknya sejak sang anak masih duduk di bangku SD.
"Seingat saya, Pak Bambang ini sejak anaknya SD sudah biasa antar jemput," ujar tetanggannya.
Bambang sosok guru favorit
Sementara itu, di mata mantan muridnya Bambang merupakan guru yang banyak disenangi.
"Orangnya baik, jika ngajar jarang marah," ujar Indra mantan murid dari Bambang.
Ia juga dikenal sebagai guru yang tak gengsi dan canggung saat pulang berjalan kaki dengan anak-anak didiknya.
"Orangnya baik, jika ngajar jarang marah," ujar Indra mantan murid dari Bambang.
Ia juga dikenal sebagai guru yang tak gengsi dan canggung saat pulang berjalan kaki dengan anak-anak didiknya.
Sumber : Planet Merdeka
Loading...

